Tabang Nani Rabah Ka Natu, Tabang Natu Rabah Ka Nani

Peribahasa ini berasal dari Amuntai  yang menceritakan tentang orang yang pergi ke hutan untuk menebang pohon (baramu). Sebelum menebang, orang itu berkata, “Tabang Nani Rabah Ka Natu, Tabang Natu Rabah Ka Nani” yang artinya “Kalau ditebang yang ini akan rebah  (tumbang) ke situ, kalau ditebang yang itu akan rebah ke sini.” Begitu pikirannya bolak-balik dari pagi hingga sore, belum sebatang pohon pun yang ditebang.

Peribahasa “Tabang Nani Rabah Ka Natu, Tabang Natu Rabah Ka Nani” ini dikiaskan kepada seseorang yang terlampau banyak pertimbangan dalam mengerjakan sesuatu, sehingga tidak satu pun yang dapat dikerjakan. AMSS

Sumber: Peribahasa dan Ungkapan Tradisional Bahasa Banjar, H Ahmad Makkie dan H Syamsiar Seman.

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Web Statistik

Total Kunjungan : 1218279
Kunjungan Hari Ini : 167
Online User : 3
Last Update : 06-05-2016

KukuBima ENER-G!

Amplang Khas Banjarmasin

Kokyaku Japanese Food

kirim kabar ke : kabar.bc@gmail.com

Percetakan SumberMas

Hunian Modern Radja Badangsanak

[Get This]