Pasar Terapung Akan Dikembangkan

Destinasi wisata di Kalimantan Selatan yang dinilai potensial akan dikembangkan lagi sehingga memiliki daya tarik lebih kuat dan berdaya saing. Untuk destinasi wisata potensial itu itu akan mendapat bantuan fasilitas destinasi yang merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan Mohandas H Hendrawan, mengungkapkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional memiliki dasar hukum Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2011. Pelaksanaan di daerah tertuang dalam Rencana Induk Pariwisata Daerah (Riparda) Provinsi dan turunannya Riparda tingkat Kabupaten/Kota.

“Saat ini kita sedang menyusun Grand Design Pengembangan Pasar Terapung, tahun 2013 kita harapkan sudah selesai. Isinya antara lain bagaimana memperpanjang durasi Pasar Terapung,” ujarnya, Selasa (9/10).

Kalimantan Selatan dengan kondisi alamnya yang memiliki banyak sungai termasuk 6 provinsi di Indonesia yang melakukan pengembangan pariwisata berbasis sungai. Destinasi yang sudah lama menjadi magnet pariwisata daerah ini adalah Pasar Terapung.

Pasar Terapung yang sudah ada sejak zaman kerajaan Banjar, menurut Mohandas, perlu dilestarikan karena merupakan destinasi unik yang hanya ada di daerah ini. “Di dunia cuma ada dua Pasar Terapung,  di Thailand yang direkayasa dan di Kuin yang bersifat alami,” katanya.

Karena itu, sambung dia, Pasar Terapung di Kuin akan dibuat zonaisasi kawasan agar keberadaannya tidak hilang. Misalnya dengan menetapkan kawasan zonaisasi Pasar Terapung sampai ke wilayah sungai di Jalan Jafri Zamzam. Sehingga para pedagang di Pasar Terapung dimungkinkan berjualan lebih mendekati pusat kota. “Agar memiliki daya tarik di kawasan itu nantinya juga harus ada rekreasi berbasis sungai,” ujar Mohandas.

Untuk mewujudkan itu, katanya, perlu kerjasama berbagai sektor termasuk bagaimana mengembalikan kondisi lingkungan supaya asri, hijau, dan lingkungan sungai yang bersih. Kunci destinisasi wisata berdaya saing, sebut Mohandas, jika Sapta Pesona bisa diterapkan di lingkungan destinasi.

“Tidak usah semuanya (7 unsur Sapta Pesona diterapkan), cukup tiga, aman, tertib dan bersih maka destinasi sudah memiliki daya saing. Tiga domain pariwisata adalah pemerintah, swasta dan masyarakat. Karena itu masyarakat juga harus memiliki kesadaran bagaimana mengkondisikan keamanan, melayani dengan baik dan menjaga kebersihan tempat wisata,” katanya.

Ia mengemukakan pihaknya bertanggung jawab membantu dari segi aspek perencanaan dan promosi destinasi wisata. Sedang tanggung jawab pembenahan kualitas destinasi merupakan wilayah Dinas Kebudayaan Pariwisata masing-masing Kabupaten Kota.


Fasiltas Tambahan Ziarah Kelampayan

Mohandas menambahkan, untuk destinasi wisata Ziarah Kelampayan sudah pula diprogramkan bantuan fasilitas semacam ruang pamer yang akan menampung hasil kerajinan dari pengrajin Martapura.

Ziarah Kalampayan adalah berziarah ke makam penyebar agama Islam abad ke-18 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Desa Kelampayan, Kabupaten Banjar yang merupakan wisata religius unggulan daerah ini selain Makam Sultan Suriansyah di Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin.

“Nantinya di sana dibangun toilet dan tempat peristirahatan. Ini agar Kelampayan menjadi destinasi religius yang memenuhi syarat. Dananya dari APBD,” katanya. Aly

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Kuku Bima ENER-G!

Amplang Mia Lestari
 

 

Web Statistik

Total Kunjungan : 299213
Kunjungan Hari Ini : 142
Online User : 5
Last Update : 20-04-2014

kirim kabar ke : [email protected]

Peluang Bisnis Agen Tiket Pesawat Online

 

 

 

 

[Get This]