Mengoptimalkan Manfaat Bonus Demografi (1)

Seminar Internasional Memanfaatkan Bonus Demografi

Jendela peluang hingga sekitar tahun 2030 apa bisa dimanfaatkan bagi bangsa yang tercinta ini?  Bonus demografi sebetulnya sudah dimulai pada saat jumlah yang bekerja menanggung yang tidak bekerja.  Maka berbagai program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) yang dilakukan sampai SP  2010 sisa 51 orang anak usia sampai dengan 14 tahun dan lansia. 
      “Kemungkinan penurunan beban ketergantungan harus dimaksimalkan karena usia di bawah 50 tahun menurun terus.  Kita bisa mengalami 100 orang bekerja menanggung 44 orang dan ini yang terbaik bisa dicapai,” kata Kepala BKKBN, Prof dr.H.Fasli Jalal, PhD, SpGK dalam Seminar Internasional Mengoptimalkan Manfaat Bonus Demografi Untuk Kemajuan Bangsa dan Kesejahteraan Penduduk, Kamis (22/8/2013). 
      Menurut laporan Kabid Pengendalian dan Kependudukan (Dilduk) Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Ir Hj Mila Rahmawati., hasil survey TFR yang telah disampaikan  Kepala BKKBN, tetap (stagnan) 2,6 maka beban ketergantungan (rasio ketergantungan) bukan 44 tapi 46.  Semakin lansia membesar, maka beban ketergantungan makin meningkat. 
      “Apa kita telah siap melayani para lansia dan diharapkan keluarga jangan terlalu besar agar bisa melayani dan menjaga anak anak yang berkualitas, harus tersedia lapangan pekerjaan. Apalagi dilindungi dengan peraturan perundang-undangan, perlindungan terhadap wanita juga maka akan meningkatnya pekerja wanita, sehingga bonus demografi benar-benar menjadi bonus bukan menjadi malapetaka,’ tegas Fasli.
      Di tempat yang sama, Menko Kesra H.R. Agung Laksono, mengatakan, sungguh merupakan isu yang sangat penting karena menempatkan penduduk sebagai titik sentral, menjadi cita-cita semua bangsa di dunia ini.  Lima transformasi pembangunan yang menjadi agenda pembangunan pasca 2015 sangat kental dengan isu penduduk sebagai titik sentral pembangunan.  Lima tranformasi tersebut pertama, tidak meninggalkan siapapun.
      “Kemudian, pembangunan harus melibatkan dan dinikmati oleh seluruh kelompok penduduk.  Kedua, menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai inti, pembangunan yang dilakukan saat ini tidak boleh mengorbankan generasi yang mendatang,” ujarnya. 
      Selanjutnya ketiga, lanjut Agung, mentransformasikan ekonomi untuk lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif.  Keempat, membangun perdamaian dan kelembagaan yang efektif, terbuka dan akuntabel.  Kelima, membina sebuah kemitraan global yang baru. Woel

 

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Kuku Bima ENER-G! Sido Muncul

Amplang Khas Banjarmasin

Web Statistik

Total Kunjungan : 595470
Kunjungan Hari Ini : 71
Online User : 6
Last Update : 27-11-2014

kirim kabar ke : [email protected]

Peluang Bisnis Sentosa Tour

Cetak Cepat Sumber Mas

[Get This]