Empu Mandastana di Gunung, Lembu Mangkurat di Air (3)

Beberapa lama kemudian Empu Jatmika jatuh sakit keras. Banyak tabib yang didatangkan tetapi tiada berhasil. Siang dan malam banyak rakyat yang berjaga-jaga di sekitar istana. Akhirnya raja menitahkan supaya datang menghadap kedua putranya (Empu Mandastana dan Lembu Mangkurat), Hulubalang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatahjiwa.

Dengan tegas raja memperingatkan supaya kedua puteranya janganlah menerima kehormatan untuk menjadi raja sebab bencana dan malapetaka senantiasa akan menimpa  tiap orang yang menjadi raja, jika ia tidak turunan bangsawan.

Ia sendiri meletakkan kekuasaan tertinggi kepada patung-patung karena khawatir ditimpa bahaya. Apabila ia mangkat, hendaklah patung-patung itu dilemparkan ke  laut. Kepada putera-puteranya dititahkan mencari raja manusia dengan jalan Empu Mandastana haruslah bertapa di gunung, di dalam gua atau di pohon-pohon besar sedang Lembu Mangkurat haruslah bertapa di pusaran air yang dalam.

Sesudah memberikan peringatan ini, maka rajapun mangkatlah. Pemakaman jenazah baginda dilakukan dengan upacara kebesaran. Kemudian oleh pendeta-pendeta dilakukan upacara membuang patung-patung ke dalam laut.

Empu Mandastana dan Lembu Mangkurat pergi bertapa memenuhi perintah yang dititahkan oleh paduka ayahanda. Dua tahun lamanya mereka hidup mengasingkan diri dengan mengurangi makan, minum dan tidur. Walaupun demikian yang diharapkan belum juga terkabul, sehingga mereka telah berniat pulang kembali. (bersambung) Myr

 

Sumber: Hikayat Lembu Mangkurat, Gusti Mayur

Kiriman terbaru

Halaman Terkait

0 Komentar





Validasi

Kuku Bima Energi

Amplang Mia Lestari

 

Web Statistik

Total Kunjungan : 421315
Kunjungan Hari Ini : 300
Online User : 12
Last Update : 29-08-2014

kirim kabar ke : [email protected]

Peluang Bisnis Agen Tiket Pesawat Online

 

 

 

 

 

[Get This]